fbpx

3 Tahapan Penyakit HIV AIDS yang Perlu Anda Ketahui

Jun 2, 2020 | Hidup Sehat | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh Nada Karisma

Ditinjau oleh: dr. Irma Lidia

Tahukah Anda, menurut WHO pada akhir tahun 2018 terdapat 37,9 juta orang yang hidup dengan HIV. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang sistem kekebalan tubuh khususnya sel CD4 (sel T), sehingga virus ini membuat tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit lain. Virus ini disebarkan melalui kontak dengan cairan tubuh tertentu dari orang yang mengidap HIV, biasanya disebarkan ketika hubungan seks tanpa kondom, atau melalui berbagi jarum suntik.

Tahapan HIV

Penyakit HIV AIDS berkembang sesuai dengan beberapa tahapan. Penyakit ini memiliki tiga tahapan, antara lain:

Tahap 1: Infeksi HIV Akut

Pada tahap ini, orang yang terinfeksi HIV akan mengalami sakit seperti flu yang dapat berlangsung hingga beberapa minggu setelah terinfeksi virus HIV, biasanya durasinya berkisar antara 2-4 minggu pasca terinfeksi. 

Orang dengan infeksi akut memiliki virus di dalam darahnya dan dapat menular. Meskipun begitu, orang dengan infeksi akut sering tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi, karena orang tersebut mungkin tidak langsung merasa sakit atau tidak sakit sama sekali. Untuk mengetahui apakah seseorang memiliki infeksi akut, diperlukan tes antigen / antibodi atau asam nukleat (NAT).

Tahap 2: Latensi Klinis (Tidak Aktif atau Dormansi HIV)

Pada tahap ini sering disebut dengan infeksi HIV asimtomatik atau infeksi HIV kronis. Pada tahap ini, virus HIV masih aktif tetapi berkembang biak pada tingkat yang sangat rendah. Ketika tahap ini mungkin orang dengan HIV tidak memiliki gejala. Bagi orang yang tidak minum obat untuk mengatasi HIV, tahap ini bisa terjadi selama satu dekade atau lebih. Orang masih dapat menularkan virus HIV ke orang lain selama fase ini, namun pada orang yang mengonsumsi obat HIV dan mempertahankan viral load yang tidak terdeteksi (atau tetap tertekan secara viral) secara efektif tidak memiliki risiko penularan HIV ke pasangan seksualnya. Pada akhir fase ini, viral load pada seseorang dengan HIV mulai naik dan jumlah CD4 mulai turun. Ketika ini terjadi, orang tersebut mungkin mulai merasakan gejala karena jumlah virus dalam tubuh meningkat.

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Anemia: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Mengenal Apa Itu Penyakit Autoimun
Diare: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Ambeien: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
5 Manfaat Buah Tomat Untuk Kesehatan Tubuh
Pelajari 6 Gejala Demam Berdarah yang Harus Anda Waspadai
4 Bahan Alami yang Dapat Mengobati Batuk Kering

Tahap 3: Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS)

Tahap AIDS adalah tahap infeksi HIV yang paling parah. Orang dengan AIDS memiliki sistem kekebalan yang begitu rusak sehingga orang dengan HIV pada tahap ini dapat terserang berbagai penyakit parah, yang disebut penyakit oportunistik.

Tanpa pengobatan, penderita AIDS biasanya bertahan hidup sekitar 3 tahun. Gejala umum AIDS termasuk menggigil, demam, berkeringat, mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, kelemahan, dan penurunan berat badan. Pada tahap ini orang dengan AIDS memiliki viral load yang tinggi dan sangat menular.

Itulah beberapa informasi mengenai penyakit HIV AIDS. Ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai kesehatan? Anda dapat mengunduh aplikasi Lifepack yang tersedia di Google Play Store dan App Store. Dapatkan kemudahan dalam menebus resep obat sekarang juga.

Referensi:

Centers for Disease Control and Prevention

HIV/AIDS

World Health Organization

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis