Nyeri merupakan gangguan yang sangat menyebalkan. Gangguan yang satu ini datang pada sakit kepala, sakit gigi, saat datang bulan, atau saat nyeri sendi dan otot melanda. Saat rasa nyeri datang biasanya kita akan mencari berbagai cara yang ampuh untuk menghilangkannya. Salah satu obat yang dapat mengatasi rasa nyeri adalah analsik.
Mungkin saat ini Anda bertanya-tanya analsik obat apa? Apakah aman jika dikonsumsi? Apa efek samping dari obat analsik? Eits tenang! Lifepack akan membagikan informasi lengkap obat analsik pada ulasan di bawah ini.
Pengertian
Bagi Anda yang belum mengetahuinya, (https://lifepack.id/produk/analsik-500-mg-2-mg-100-kaplet-obat-pereda-nyeri/) merupakan obat pereda nyeri dengan kombinasi bahan aktif metampiron (metamizole) dan diazepam (Baca juga (https://lifepack.id/diazepam/)). Analsik merupakan obat yang masuk ke dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya tidak bisa sembarangan dan harus menggunakan resep dokter.
!(https://lifepack.id/images/uploads/2020/12/analsik-obat-apa-2-1024x683.jpg)
Mungkin saat ini Anda bertanya-tanya tentang analsik? Apakah aman jika dikonsumsi? Informasi lengkap obat analsik pada ulasan di bawah ini.
Obat analsik masuk ke dalam golongan NSAID (Non Steroidal Anti-Inflammatory Drugs). Kandungan metampiron yang ada dalam obat ini bekerja dengan cara menghambat hormon prostaglandin yang menimbulkan rasa nyeri pada tubuh dan menurunkan suhu tubuh ketika demam. Sedangkan diazepam yang terkandung dalam analsik bekerja dengan cara meningkatkan asam gamma aminobutyric (GABA) yang mengurangi rasa nyeri dan menghasilkan efek tenang. Jadi, analsik adalah obat untuk mengurangi rasa nyeri sedang hingga berat. Kegunaan obat analsik salah satunya adalah untuk menangani nyeri pasca operasi.
Analsik tersedia dalam bentuk tablet dalam satuan strip yang berisikan 10 tablet. Satu tablet analsik mengandung diazepam 2 mg dan metampiron 500 mg. Anda bisa membeli (http://Analsik 500 mg / 2 mg – 100 kaplet – Obat Pereda Nyeri) di Lifepack. Analsik tablet 500 mg obat apa? Obat ini memiliki fungsi yang sama seperti obat analsik lainnya yang dapat mengurangi rasa nyeri.
Dosis
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, obat ini merupakan obat yang memerlukan resep dokter. Anda tidak dapat melebihkan atau mengurangi dosis tanpa pengawasan dari dokter. Namun terdapat beberapa rekomendasi dosis yang biasa diberikan oleh dokter. Pada orang dewasa biasanya akan diberikan dosis 1 kaplet yang dikonsumsi 3-4 kali sehari dengan jumlah maksimal 4 kaplet sehari.
Kontraindikasi
Interaksi Obat
Interaksi mungkin saja terjadi jika analsik dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan lain. Obat yang dapat menimbulkan interaksi jika digunakan bersamaan dengan obat ini adalah obat-obatan NSAID lainnya seperti aspirin dan ibuprofen, obat-obatan antikoagulan seperti warfarin, obat diuretik, obat antidepresan seperti fluoxetin, dan obat penyakit autoimun seperti cyclosporin (Baca juga (https://lifepack.id/mengenali-jenis-obat-ibuprofen-dan-manfaatnya/)).
Kelompok Berisiko
Selain berisiko menimbulkan interaksi, obat ini juga dikontraindikasikan penggunaannya oleh beberapa kelompok orang. Analsik dikontraindikasikan penggunaannya oleh orang dengan riwayat hipersensitif dengan kandungan metampiron dan diazepam, atau kandungan lain dalam obat. Selain itu obat ini juga dikontraindikasikan terhadap orang yang memiliki tekanan darah rendah (hipotensi), gangguan pernapasan, glaukoma, wanita hamil, menyusui, atau berencana melakukan program kehamilan (Baca juga (https://lifepack.id/hipotensi-atau-tekanan-darah-rendah-berbahayakah/)).
Efek Samping
Penggunaan analsik juga dapat menimbulkan efek samping. Gejala efek samping yang paling umum akibat penggunaan obat ini, yaitu:
- Rasa kantuk
- Depresi (Baca juga (https://ngovee.com/kesehatan-jiwa/mencegah-depresi-dengan-berolahraga-memang-bisa/))
- Hipotensi, retensi urin
- Konstipasi
- Reaksi alergi
Anda perlu segera ke pelayanan kesehatan jika reaksi alergi atau gejala efek samping lainnya tidak kunjung mereda. Hal ini guna membuat Anda mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Perhatian
Terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan analsik. Jangan melebihkan atau mengurangi dosis tanpa pengawasan dokter. Pastikan Anda memahami benar cara penggunaan obat ini. Jika Anda belum memahaminya, tanyakan kembali pada dokter atau apoteker guna menghindari kesalahan informasi.
Jangan gunakan obat ini pada penderita hipotensi, gangguan pernapasan kronis, glaukoma, wanita hamil dan menyusui, serta orang dengan gangguan fungsi hati, ginjal, dan penyakit jantung. Konsultasikan penggunaan obat ini jika akan digunakan bersamaan dengan obat atau suplemen lainnya.
Simpan obat ini di tempat yang aman dari paparan langsung sinar matahari. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Itulah informasi mengenai manfaat, dosis, dan efek samping obat analsik. Jika Anda mengalami gejala efek samping di atas, segera periksakan diri ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.
Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus (http://https//lifepack.id), bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.
Ditulis oleh: Nada Karisma
















