Cordarone 200 mg adalah obat keras untuk penyembuhan penyakit jantung. Obat ini memiliki komposisi amiodarone HC****l yang membantu mempertahankan irama detak jantung. Saat mengonsumsi obat ini, ikuti dosis pada resep yang diberikan dokter.
| Cordarone 200 mg | |
|---|---|
| Golongan Obat | Obat keras (harus menggunakan resep dokter) |
| Komposisi | Amiodarone HCl 200 mg |
| Klasifikasi Obat | Obat keras penyakit dalam |
| Kemasan | 1 box – 30 tablet |
| Petunjuk Penyimpanan | Simpan pada suhu antara 15°C-25°C dalam wadah kering yang tertutup atau pada suhu ruangan dan terhindar dari sinar matahari langsung |
| Produsen | PT. Sanovi Aventis |
| Nomor Izin Edar | DKL1421205810A1 |
| Tanggal Kedaluwarsa | 2/1/2025 |
Mengapa Memilih Cordarone 200 mg?
Aritmia merupakan kondisi yang dapat menyebabkan jantung berdetak secara cepat, terlalu lambat, ataupun tidak beraturan. Penyakit ini bisa menjadi pertanda dan peringatan adanya penyakit jantung yang perlu ditangani secara segera. Salah satunya dengan meminum obat Cordarone 200mg Cordarone 200 mg adalah obat dengan komposisi utama Amiodarone HCl 200 mg. Fungsi utama obat ini adalah sebagai pengatur irama detak jantung yang sebelumnya abnormal. Berkat manfaat Cordarone pada penderita penyakit jantung, obat ini dikenal juga sebagai obat anti aritmia (gangguan irama jantung) yang membantu mengembalikan irama jantung normal dan mempertahankan detak jantung agar tetap stabil. Harga obat Cordarone 200 mg dibanderol dengan harga terjangkau di Lifepack. Informasi mengenai efek samping dan kontraindikasi dapat dilihat di bawah ini.
Kenapa Beli di Lifepack
- Jaminan 100% obat asli
- Harga lebih murah
- Tanpa antre, gratis ongkir se-Indonesia
Manfaat Cordarone
Manfaat Cordarone obat jantung ini diantaranya:
- Membantu mengatasi denyut jantung tak beraturan
- Sebagai obat anti-aritmia
- Menghalangi sinyal listrik pada jantung, yang dapat mengacaukan ritme detak jantung
- Mempertahankan irama detak jantung
Aturan Pakai
Penggunaan Obat Ini Harus Sesuai Dengan Petunjuk Dokter. Cara pengonsumsian obat ini adalah dengan ditelan. Secara umum dosis yang digunakan biasanya sekali atau dua kali sehari, atau sesuai resep dokter. Sebaiknya konsumsi obat ini sesudah makan, untuk menghindari efek-efek tertentu pada organ pencernaan. Hindari makan jeruk atau minum jus jeruk, jus anggur saat menggunakan obat ini kecuali dokter menyarankan untuk mengonsumsinya. Jus anggur dapat meningkatkan jumlah obat ini di aliran darah.
- Dosis umum dewasa, awal mengonsumsi 600 mg per hari untuk 8 sampai 10 hari
- Dosis pemeliharaan, dengan dosis 100 sampai 400 mg per hari dengan jangka waktu 5 hari.
Efek Samping Cordarone
Cordarone memiliki beberapa efek samping yaitu mual, muntah, konstipasi, kehilangan nafsu makan, gemetar, atau kelelahan mungkin terjadi. Jika ada efek ini yang terus berlanjut atau memburuk, beritahu dokter Anda segera.
Perhatian Penggunaan
Gunakan obat sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan atau sudah tertera pada produk. Bagi pasien yang memiliki penyakit Sinus bradikardi, blok SA, blok AV, hamil, laktasi, gangguan sinus, intoleransi yodium, hipotensi atrial berat, kolaps KV, insufisiensi jantung akut, dan distiroidisme sebaiknya tidak mengonsumsi obat ini, atau konsultasikan terlebih dahulu sebelum mengonsumsi.
Interaksi dengan Obat lain
Beberapa produk yang bisa berinteraksi dengan obat ini meliputi fingolimod, obat tertentu untuk mengobati hepatitis C (Ledipasvir / Sofosbuvir, Sofosbuvir). Banyak obat selain Amiodarone dapat mempengaruhi irama jantung (QP prolongasi), termasuk dofetilide, pimozide, procainamide, quinidine, sotal, antibiotik makroida (seperti clarithromycin, eritromisin), antibiotik quinolon (seperti levofloxacin), antara lain. Obat lain dapat mempengaruhi penghapusan amiodarone dari tubuh Anda, yang dapat mempengaruhi bagaimana karya Amiodarone
Kandungan per kapsul
- Amiodarone Hcl 200 mg
Amiodaron adalah agen antiaritmia kuat yang digunakan untuk mengobati aritmia ventrikel dan fibrilasi atrium. Obat ini mencegah kekambuhan aritmia ventrikel yang mengancam jiwa dan menghasilkan sedikit pengurangan kematian mendadak pada pasien berisiko tinggi.








