Hipertensi

by | Jun 12, 2020 | direktoriPenyakit, penyakitH | 0 comments

Ditinjau oleh: dr. Fala Adinda

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi dimana tekanan darah seseorang di atas angka normal, yaitu 120/80 mmHg. Tekanan darah umumnya ditentukan oleh kinerja jantung dalam memompa volume darah. Disisi lain bergantung pada resistensi aliran darah yang terdapat di pembuluh arteri. Jika volume darah semakin tinggi dan arteri menyempit, terjadilah hipertensi.

Informasi

Tekanan darah biasa dituliskan dalam 2 angka, yaitu sistolik dan diastolik. Sistolik diindikasikan sebagai tekanan yang terjadi pada pembuluh darah ketika jantung berdetak. Diastolik diindikasikan sebagai tekanan yang terjadi pada pembuluh darah ketika jantung sedang beristirahat dan berada di antara detak jantung.

Hipertensi sendiri pada umumnya terbagi atas 4 macam, yaitu tekanan darah normal, prahipertensi, hipertensi tingkat 1 dan hipertensi tingkat 2. Dikatakan tekanan darah normal jika angka sistolik dan diastoliknya 120/80 mmHg. Pra-hipertensi ditunjukkan angka sistolik rentang di atas 120-129 mmHg dengan angka diastolik 80/90 mmHg.

Hipertensi tingkat 1 terjadi jika angka sistolik seseorang mencapai angka 130-139 mmHg dengan angka diastolik 80/90 mmHg. Hipertensi tingkat 2 terjadi jika angka sistolik seseorang berkisar 140 mmHg atau lebih dan tekanan diastoliknya lebih dari 90 mmHg.

Gejala

Gejala hipertensi berikut ini sering terjadi pada seseorang, namun tidak banyak yang menyadarinya. Padahal, mengetahui gejala dini hipertensi wajib diketahui agar segera ditangani dengan baik. Adapun gejala umum yang sering terjadi diantaranya :

  • Detak jantung tidak teratur
  • Nyeri dada
  • Mual
  • Tidak fokus
  • Terdapat darah pada urin
  • Penglihatan terganggu, pada beberapa menyebabkan tidak dapat melihat untuk sementara waktu
  • Sesak nafas ringan hingga akut
  • Kepala terasa berat dan pusing
  • Merasa lebih lelah dibandingkan biasanya
  • Sensasi telinga berdenging tanpa sebab

Gejala yang dialami oleh seseorang mungkin berbeda-beda dan bahkan ada yang tidak mengalami gejala sedikitpun, namun tekanan darahnya tinggi. Jika merasakan beberapa gejala dari daftar diatas, segera cek tekanan darah kepada ahlinya.

Apabila dalam rentang 2-3 hari tekanan darah tidak kunjung menurun dan justru semakin meningkat, segeralah ke dokter. Tekanan darah yang semakin meningkat sangatlah berbahaya dan dapat menyebabkan munculnya penyakit lain, salah satunya adalah stroke.

Penyebab

Penyebab hipertensi sangatlah beragam, bahkan para remaja sekarang ini beberapa ada yang sudah terjangkit karena faktor gaya hidup. Bagi seseorang yang berusia lanjut, sangat umum terjangkit penyakit satu ini. Namun jika gen seseorang dari keluarganya memiliki riwayat darah tinggi, maka tidak menutup kemungkinan akan terjangkit darah tinggi sejak dini.

Kebiasaan seperti mengkonsumsi makanan dengan kandungan garam yang tinggi juga dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, tidak berolahraga teratur hingga sering mengkonsumsi kopi juga menjadi penyebabnya. Bahkan orang-orang yang sulit tidur di malam hari memiliki resiko hipertensi yang tinggi.

Faktor Resiko

Ada banyak faktor resiko seseorang dapat terjangkit hipertensi selain karena gaya hidup yang tidak sehat ataupun masalah keturunan gen. Berikut orang-orang ataupun kondisi yang dapat menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi :

  • Wanita hamil
  • Obesitas
  • Kelelahan selama berhari-hari
  • Kurang tidur
  • Jarang mengkonsumsi buah dan sayur
  • Diabetes
  • Masalah ketidakseimbangan hormon pada seseorang

Klasifikasi Hipertensi

Kategori Tekanan DarahTekanan Darah SistolikTekanan Darah Diastolik
Normal< 120 mmHg< 80 mmHg
Tinggi121-129 mmHg< 80 mmHg
Hipertensi Tahap 1130-139 mmHg81-89 mmHg
Hipertensi Tahap 2≥ 140 mmHg≥ 90 mmHg

Diagnosis

Tidak ada cara diagnosis lain yang dapat dilakukan selain mengecek tekanan darah seseorang secara rutin. Namun ada beberapa persyaratan yang harus dilakukan agar pengukuran tekanan darah menjadi lebih akurat. Berikut ketentuannya :

  • Seseorang yang hendak melakukan pengecekan tekanan darah dilarang minum kopi, alkohol, berolahraga hingga merokok selama 30 menit sebelum pemeriksaan.
  • Kondisi harus rileks, tidak boleh tegang karena akan mempengaruhi hasil.
  • Disarankan untuk buang air kecil terlebih dahulu agar lebih nyaman.
  • Melepas pakaian yang mengganggu pemasangan alat.
  • Pengukuran biasanya dilakukan 2x untuk hasil yang lebih maksimal dengan jeda 2-5 menit dari pengukuran pertama.
  • Umumnya pengukuran tekanan darah dilakukan pada kedua lengan untuk membandingkan hasil, namun lebih akurat pada lengan kiri.

Pada beberapa kasus yang membuat seseorang mengalami tekanan darah tahap pertama maupun kedua biasanya akan ada pemeriksaan tambahan. Pemeriksaan tersebut terdiri atas pemeriksaan darah hingga urin untuk mendeteksi kemungkinan lain yang menjadi penyebab terjadinya hipertensi.

Pengobatan

Pengobatan hipertensi pada seseorang tentunya berbeda-beda tergantung dari faktor penyebab dan usianya. Apabila usia seseorang mencapai 45 atau lebih, umumnya dokter akan memberikan obat penurun tekanan darah untuk sepekan. Nantinya setelah obat habis, pasien diminta untuk datang lagi melakukan pengecekan tekanan darah.

Jika kondisinya tidak terlalu parah, dokter biasanya akan menyarankan untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Bisa juga dengan melakukan diet garam ataupun makanan yang dapat memicu tekanan darah menjadi tinggi. Bagi yang mengalami obesitas, disarankan untuk menurunkan berat badan dan mengatur pola makan.

Pencegahan

Cara pencegahan terbaik agar terhindar dari hipertensi adalah menerapkan gaya hidup yang sehat. Bisa dimulai dari mengurangi kebiasaan merokok, minum kopi hingga lebih sering mengkonsumsi buah dan sayuran. Semakin baik gaya hidup yang diterapkan, maka akan terhindar dari hipertensi dan penyakit lainnya.