
Bagaimana resep yang dapat diproses?
Resep obat harus memiliki
Jumlah pembelian obat terbatas.
Lifepack memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.
Obat Glimepiride Dexa 3 mg 100 tablet sebagai perawatan diabetes tipe 2. Glimepiride Dexa adalah obat dari kelas sulfonylurea yang memiliki efek menurunkan kadar glukosa lewat rangsangan sekresi insulin sel beta pankreas yang masih berfungsi.
Glimepiride Dexa 3 MG 100 Tablet | |
Golongan Obat | Obat keras, harus dengan resep dokter |
Komposisi | Glimepiride 3 mg |
Klasifikasi Obat | Obat diabetes |
Kemasan | Dus, 10 Strip @ 10 Tablet |
Petunjuk Penyimpanan | Simpan di bawah suhu 30° C, di tempat yang kering, dan jauhkan dari paparan sinar matahari langsung. |
Produsen | Dexa Medica |
Nomor Izin Edar | DKL9302002410A1 |
Tanggal Kedaluwarsa | 2/1/2024 |
IKUTI PETUNJUK DOKTER
Dosis obat Glimepiride Dexa yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:
Beberapa efek samping obat Glimepiride Dexa mungkin dialami setelah konsumsinya, di antaranya adalah:
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Perhatikan penggunaan Glimepiride Dexa jika mengalami kondisi:
Kandungan glimepiride dari Glimepiride Dexa punya potensi interaksi dengan obat-obatan lainnya, di antaranya:
Referensi:
MIMS. n.d. Anpiride.
Cunha J.P. n.d. Glimepiride.
MedlinePlus. 2020. Glimepiride.
Basit A. dkk. 2012. Glimepiride: evidence-based facts, trends, and observations.
Zieve D. 2020. Diabetic ketoacidosis.
Dexa Medica. n.d. Glimepiride.
Kandungan glimepiride pada obat ini memiliki manfaat untuk menurunkan kadar glukosa atau gula darah. Obat ini digunakan dalam pengobatan diabetes mellitus tipe 2. Hal ini didapat dari efek menurunkan gula darah dari obat kelas sulfonylurea ini yang berasal dari mekanisme kerjanya yang menstimulasi pelepasan insulin lewat sel beta pankreas. Selain itu, glimepiride juga memperlihatkan manfaatnya lewat mekanisme pankreas lainnya.
Penggunaan glimepiride ditujukan sebagai monoterapi (pengobatan dari satu jenis obat) untuk pasien diabetes mellitus tipe 2, yang mana pengendalian glikemik tidak dapat dicapai dengan mengandalkan diet dan gaya hidup.
Meski merupakan obat monoterapi, glimepiride dapat dikombinasikan dengan agen anti-hiperglikemik lainnya, termasuk metformin dan insulin. Penggabungan pengobatan ini penting bagi pasien yang tidak mendapat kontrol cukup hanya dengan obat diabetes dari kelas sulfonylurea.
Yang membedakan glimepiride dengan obat sulfonylurea lainnya adalah rendahnya risiko hipoglikemia dan sedikit efek berat badan naik yang ditimbulkannya. Di samping itu, glimepiride juga dinilai lebih aman bagi pasien dengan penyakit kardiovaskular karena minimnya efek merugikan yang diberikannya pada kondisi awal iskemik.
Komponen glimepiride juga disebut efektif dalam mengurangi glukosa plasma puasa, glukosa 2 jam setelah makan (post-prandial), serta level hemoglobin terglikosilasi. Studi juga menyebutkan pemberian obat dengan kandungan glimepiride merupakan pilihan pengobatan yang berguna dan hemat untuk diabetes mellitus tipe 2.
Perlu diketahui bila glimepiride tidak ditujukan untuk perawatan diabetes tipe 1 yang didasarkan pada kondisi terhentinya produksi insulin dan kontrol terhadap jumlah gula darah. Obat ini juga bukan untuk pengobatan ketoasidosis diabetik, yang mana merupakan kondisi serius karena liver yang memproses lemak menjadi keton dan menyebabkan darah menjadi asam.
Resep obat harus memiliki
Jumlah pembelian obat terbatas.
Lifepack memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.