fbpx

Waspada Diabetes Gestasional, Terjadi Saat Hamil

Mei 26, 2020 | Diabetes | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh Nada Karisma

Ditinjau oleh: dr. Irma Lidia

Pernahkah Anda mendengar penyakit diabetes? Ya, tentu kebanyakan dari kita familiar dengan penyakit ini. Pada tahun 2018, jumlah penderita diabetes pada semua umur mencapai 1,5%. Namun kenyataannya diabetes tidak hanya menyerang orang secara umum saja. Diabetes juga menyerang kelompok berisiko lain seperti ibu hamil. Simak beberapa informasi yang telah Tim Lifepack rangkum mengenai diabetes gestasional.

Apa Itu Diabetes Gestasional?

Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang terjadi hanya selama kehamilan. Penyakit ini dapat menyebabkan masalah kesehatan pada ibu hamil dan bayi yang sedang dikandungnya.  Diabetes gestasional menyerang wanita hamil meskipun tidak menderita diabetes sebelum wanita tersebut hamil. Diabetes gestasional biasanya muncul pada pertengahan kehamilan, yaitu antara 24 dan 28 minggu kehamilan.

Gejala

Pada diabetes gestasional biasanya tidak menunjukan gejala secara spesifik. Namun Anda tetap dapat memantaunya melalui pemeriksaan kehamilan dan kadar gula darah secara berkala. Selain itu gejala yang mungkin terjadi dapat berupa meningkatnya rasa haus, sering buang air kecil, sering mengalami sariawan, dan gemetar.

Masalah Akibat Diabetes Gestasional

Bayi Ekstra Besar

Pada diabetes jenis ini yang tidak terkelola dengan baik, akan menyebabkan gula darah pada bayi meningkat. Bayi akan mendapat nutrisi berlebih dan bobot tubuhnya bisa menjadi ekstra besar. Hal ini dapat mengakibatkan masalah ketika persalinan baik bagi ibu maupun bayinya. Ketika melahirkan, mungkin dibutuhkan operasi caesar untuk melahirkan bayinya. Sedangkan jika dilahirkan secara normal, bayi tersebut dapat dilahirkan dengan kerusakan saraf karena tekanan pada bahu saat melahirkan.

C-Section (Cesarean Section)

C-section adalah operasi untuk melahirkan bayi. Seorang wanita yang menderita diabetes yang tidak terkontrol dengan baik berisiko lebih tinggi untuk membutuhkan operasi caesar untuk melahirkan bayinya. Ketika bayi dilahirkan dengan operasi caesar, akan dibutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari melahirkan.

Tekanan Darah Tinggi

Pada wanita dengan diabetes gestasional, akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena tekanan darah tinggi saat kehamilan. Ketika seorang wanita hamil memiliki tekanan darah tinggi, terdapat protein dalam urinnya, dan sering mengalami bengkak pada jari tangan dan kaki yang sulit hilang, bahkan wanita hamil dengan darah tinggi berisiko mengalami preeklampsia. Hal ini adalah masalah serius yang perlu diawasi dan dikelola oleh dokter. Tekanan darah tinggi dapat membahayakan wanita dan bayinya yang belum lahir. Ini dapat menyebabkan bayi dilahirkan prematur dan dapat menyebabkan kejang atau stroke (gumpalan darah atau pendarahan di otak yang dapat menyebabkan kerusakan otak) pada wanita selama persalinan dan melahirkan. Selain itu tekanan darah yang tinggi pada kehamilan juga berisiko akan kelahiran prematur, terutama pada diabetes kehamilan yang timbul sebelum 24 minggu memiliki risiko yang lebih besar akan kelahiran prematur (kurang dari 37 minggu). Komplikasi lain dari masalah ini adalah keguguran dan stillbirth (bayi lahir mati/mati dalam kandungan).

Bagaimana Cara Mengelola Diabetes Gestasional?

Jika Anda sudah terkena diabetes gestasional, Anda mungkin dapat melakukan manajemen yang baik agar penyakit ini tidak berefek buruk pada kehamilan. Berikut beberapa cara untuk mengelola diabetes gestasional agar tidak menjadi parah.

Pola Makan yang Sehat.

Pola makan sehat dapat membantu Anda dalam menjaga kadar gula darah tetap terkontrol dan mungkin dapat membuat Anda tidak perlu minum obat. Konsumsi makanan sehat juga bisa mencegah kenaikan berat badan secara berlebihan dalam kehamilan. Karena kenaikan berat badan secara berlebih dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional.

Diet yang Disarankan Dokter

Dokter mungkin akan meminta Anda untuk melacak apa saja yang biasa Anda makan selama hamil. Setelah itu dokter dapat membuatkan program diet yang dapat Anda ikuti untuk mengelola diabetes gestasional.

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Fakta Penting tentang Cara Menghitung Usia Kehamilan
Gejala Diabetes yang Tidak Boleh Diabaikan
Apakah Efektif Folavit Digunakan untuk Program Hamil
Tanda dan Gejala Diabetes Melitus Yang Harus Anda Ketahui
7 Penyebab Diabetes yang Dari Kebiasaan Sehari-Hari
Apa itu Diabetes dan Gejalanya
5 Komplikasi Yang Harus Diwaspadai Penderita Diabetes
Kenali Bahaya Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2!
10 Cara Menurunkan Berat Badan Dengan Mudah

Olahraga

Olahraga akan membantu Anda menjaga gula darah tetap terkontrol. Aktivitas ringan seperti berjalan adalah jenis olahraga yang aman dan efektif dapat Anda coba untuk mengelola diabetes gestasional. Menurut National Library of Medicine, Anda dapat mencoba berjalan 1 hingga 2 mil (1,6 hingga 3,2 kilometer) sekaligus dengan frekuensi 3 kali atau lebih per minggu. Namun akan lebih baik jika Anda berkonsultasi kepada dokter untuk mengetahui jenis olahraga apa, dan berapa banyak yang cocok untuk Anda.

Konsumsi Obat

Jika diet dan berolahraga Anda tidak membantu Anda dalam mengontrol kadar gula darah, Anda mungkin memerlukan obat oral (diminum) atau terapi insulin (suntikan).

Kami dapat membantu anda memenuhi kebutuhan obat untuk penyakit kronis. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang.

Referensi:
Gestational Diabetes and Pregnancy
Gestational diabetes – self-care
Diabetes – gestational

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis