Takikardia

by | Jun 12, 2020 | direktoriPenyakit, penyakitT | 0 comments

Ditinjau oleh: dr. Irma Lidia

Takikardia adalah kondisi yang merugikan, di mana detak jantung yang diatur oleh sinyal listrik dalam jantung mengalami gangguan sehingga jantung berdetak lebih cepat dari normal. Keadaan abnormal ini disebut takikardia.

Kondisi takikardia ini memiliki beberapa kategori. Jika ditinjau berdasarkan tempat dan juga penyebabnya, seperti takikardia di dalam serambi disebut atrium atau fibrilasi atrium, serta atrium bergetar. Lalu dibagian takikardia bilik bagian jantung yaitu ventrikel atau takikardia. Ventrikel ini juga supraventrikular sehingga penyakit ini mesti cepat diatasi.

Informasi

Takikardia merupakan keadaan saat detak jantung melebihi 100 kali dari kondisi normal. Selain itu kinerja jantung juga meningkat hingga 60 hingga 100 kali setiap menitnya. Kondisi pada detak jantung yang mengubah percepatan jauh dari kondisi normal, biasanya terjadi pada individu yang mengubah olahraga dan respon pada tubuh saat meningkatnya tingkat stres.

Pada kondisi takikardia yang masih dalam kondisi abnormal, biasanya tidak menimbulkan semacam masalah atau komplikasi. Namun demikian bila menetap dan terus menerus perlu diperhatikan demi mencari penyebabnya dan penanganan yang tepat dan efektif.

Gejala

Terdapat beberapa gejala yang dialami oleh pasien saat mengalami kondisi takikardia, diantaranya adalah detak pada jantung dan nadi tiba – tiba semakin cepat dari kondisi normal. Selain itu dapat juga gejala lainnya seperti hal – hal berikut, Yaitu:

  • Nyeri dada atau angina.
  • Kelelahan.
  • Jantung berdebar.
  • Sesak nafas.
  • Pingsan.
  • Pusing.

Biasanya dari beberapa kasus yang pernah terjadi, takikardi tidak semalam saja menimbulkan gejala tersebut. Namun bisa saja sudah dirasakan lama, untuk itu  ada baiknya segera hubungi Dokter, karena fatalnya adalah dapat berpengaruh hati, lalu stroke, dan Gagal Jantung.

Penyebab

Takikardia dapat disebabkan berbagai macam faktor salah satunya adalah stress pada manusia.   Stres dapat menyebabkan detak jantung dan tekanan darah meningkat. Sehingga ada baiknya jika mengalami masalah tekanan darah untuk memeriksakannya pada dokter.

Faktor Resiko

Inilah beberapa faktor resiko yang tanpa disadari memicu munculnya penyakit takikardia namun masih banyak yang tidak menyadarinya, diantaranya adalah:

  • Kebiasaan merokok.
  • Kondisi anemia, hipertensi dan hipertiroidisme.
  • Olahraga Berat.
  • Efek samping obat yaitu eritromisin dan salbutamol.
  • Gangguan Elektrolit.
  • Kafein.
  • Mengonsumsi alkohol.
  • NAPZA.
  • Stres dan ketakutan yang tinggi.

Diagnosa

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa Takikardia adalah dengan berkonsultasi dengan dokter saat pemeriksaan medis. 

Pada pemeriksaan tersebut, dokter spesialis jantung melakukan diagnosa dengan meminta beberapa pertanyaan terkait dengan pertanyaan yang timbul serta obat yang telah diperoleh. Lalu, ditambah dengan pertanyaan tentang kesehatan keluarga. Dalam pengecekan diagnosis melalui tahap:

  • Elektrokardiogram Atau EKG.
  • Pemindaian jantung.
  • Tes darah.
  • Tes elektrofisiologi.
  • Pemeriksaan tingkat stres.

Pengobatan

Pada pengobatan takikardia harus dilakukan dengan melihat faktor-faktor yang menyebabkannya. Misalnya penderita takikardia karena stres, pengobatannya adalah gaya untuk hidup yang lebih santai dan mempertimbangkan agar tidak stres berkelanjutan.

Jika diperlukan, dokter akan memberikan obat khusus. Dan penderita takikardia supraventrikular disarankan mengurangi kafein dan alkohol, menghentikan merokok, dan istirahat. Akan tetapi jika takikardia diakibatkan lemah jantung, maka perlu selalu penanganan khusus, yaitu:

  • Pembedahan jantung.
  • Alat pacu detak jantung.
  • (ICD) dapat diterapkan kardioversi.
  • Manuver vagal.
  • Pemberian obat.
  • Ablasi.

Pencegahan

Pencegahan terbaik untuk mengatasi penyakit ini adalah senantiasa menjaga kesehatan jantung agar selalu dalam keadaan baik. Dengan mengurangi semua macam yang dapat menyebabkan menurunnya kesehatan jantung dapat terjadi. Yaitu dengan cara:

  • Mengontrol konsumsi minuman beralkohol atau minuman beralkohol yang dikonsumsi.
  • Berhenti merokok.
  • Berolahraga yang rutin.
  • Menjaga berat badan agar ideal dengan mengontrol tekanan darah agar normal.
  • Memeriksa kesehatan ke dokter dengan rutin.
  • Jangan stress.

Takikardia dapat dideteksi dengan cara menggunakan elektrokardiogram.  Elektrokardiogram berfungsi untuk mendeteksi dan merekam aliran aktivitas listrik jantung dengan sensor- sensor yang dipasang pada dada lengan , dan tungkai. Elektrokardiogram merupakan alat sederhana, noninvasif, dan tidak menimbulkan rasa sakit. 

Selain itu dalam melakukan pencegahan terbaik, dokter mungkin memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dengan menggunakan ct scan, mri scan serta xray yang bersifat echocardiogram. Dengan diagnosis yang lengkap, diharapkan dapat memberikan perawatan dan pengobatan terbaik. Hal ini agar takikardia tidak mengarah ke penyakit seperti stroke dan lemah jantung.