fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Sudah menjadi rahasia umum jika penyumbatan darah menjadi salah satu penyebab berbagai penyakit berbahaya. Penyebabnya bervariasi namun gaya hidup sering dianggap menjadi penyebab utamanya. Darah yang membeku dan menggumpal di pembuluh darah baik di otak, jantung maupun paru-paru justru akan sangat berbahaya karena bisa menghambat pasokan oksigen ke organ-organ penting tersebut (Baca juga Stroke). Oleh sebab itulah, dokter biasanya akan memberikan obat antikoagulan atau pengencer darah untuk mengatasinya.

Sebutan pengencer darah sebenarnya kurang tepat karena obat ini bekerja dengan memperlambat proses pembekuan darah. Salah satu antikoagulan yang digunakan dalam dunia kesehatan adalah Rivaroxaban telah digunakan secara luas di Indonesia.

Informasi

Di pasaran, Rivaroxaban hanya ditemukan dalam bentuk tablet sebanyak 10 mg. Rivaroxaban tergolong obat keras sehingga hanya bisa dikonsumsi berdasarkan resep dari dokter. Harganyanya pun tergolong mahal, 1 dus Rivaroxaban yang berisi 10 tablet bisa dihargai hingga Rp 600 ribu rupiah. Harga tersebut bervariasi tergantung tempat dimana Anda membelinya. Karena Rivaroxaban merupakan obat yang penting maka sebaiknya Anda membelinya di apotek-apotek yang terpercaya.

Dosis

Karena Rivaroxaban termasuk obat yang membutuhkan resep dokter maka dosis obat ini juga ditentukan berdasarkan persetujuan dokter. Obat ini hanya bisa dikonsumsi oleh orang dewasa saja karena bisa menimbulkan efek samping yang dinilai berbahaya bagi pasien berusia lanjut dan anak-anak. 

Rivaroxaban bisa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit seperti emboli paru, penyakit jantung dan sebagainya. Tentu saja dengan dosis yang berbeda. Berikut beberapa penyakit yang bisa diobati dengan Rivaroxaban sekaligus dosis yang umum diberikan.

Fibrilasi Atrium

Pada pasien yang menderita penyakit ini, Rivaroxaban hanya akan diberikan diberikan sebanyak 20 mg tiap sekali sehari.

Deep Vein Thrombosis (DVT) atau Emboli Paru

Untuk pasien yang menderita penyakit ini, Rivaroxaban akan diberikan sebanyak 15 mg tiap 2 kali sehari. Pengobatan dilakukan secara rutin selama 21 hari. Setelah 21 hari, jumlah dosis yang diberikan pada pasien akan ditambah  menjadi 20 mg yang akan diberikan tiap sekali sehari.

Mencegah DVT Pasca Operasi Penggantian Lutut atau Pinggul

Jika pasien baru saja menjalani operasi penggantian lutut, dokter akan memberikan pasien Rivaroxaban sebanyak 10 mg yang akan diberikan tiap sehari sekali selama 12 hari secara rutin.  Sedangkan untuk penggantian pinggul,dokter akan memberikan Rivaroxaban sebanyak 10 mg setiap sekali sehari secara rutin selama 35 hari.

Mengurangi Risiko Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Penggumpalan pada pembuluh darah serta jantung merupakan hal yang cukup sering ditemukan. Penyakit ini sangat berbahaya karena bisa membuat penderitanya kehilangan nyawa.

Jantung merupakan organ vital bagi tubuh sedangkan penggumpalan di pembuluh darah bisa mengakibatkan penyakit kronis lainnya sehingga keduanya tidak bisa dianggap sepele. Untuk mengatasi kedua penyakit tersebut, dokter biasanya akan memberikan Rivaroxaban sebanyak 2,5 mg tiap 2 kali sehari.

Kontraindikasi

rivaroxaban

Interaksi dengan Obat Lain

Sama seperti obat-obatan lainnya, Rivaroxaban juga bisa berinteraksi dengan obat lain sehingga berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Rivaroxaban sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan obat antiinflamasi nonsteroid, antiplatelet, antijamur, antivirus serta beberapa jenis koagulan lainnya karena akan meningkatkan resiko perdarahan. 

Selain itu, jika dikonsumsi dengan obat-obatan tuberkulosis maka akan menurunkan efektivitas Rivaroxaban. Oleh sebab itu, Anda sangat dianjurkan untuk memberitahukan obat-obatan apa saja yang sedang Anda konsumsi kepada dokter.

Kelompok Orang Berisiko

Kelompok yang paling beresiko adalah mereka yang memiliki hipersensitivitas terhadap Rivaroxaban. Selain itu, ibu hamil dan wanita yang sedang menyusui sebaiknya tidak mengkonsumsi obat-obatan tersebut tanpa berkonsultasi dengan dokter ahli. 

Obat ini hanya bisa digunakan jika dirasa memiliki manfaat yang lebih besar dibandingkan resiko yang akan terjadi. Oleh sebab itu, Anda yang sedang hamil di trimester pertama atau sedang menyusui sebaiknya jangan lupa memberitahu dokter tentang kondisi Anda agar bisa diberikan alternatif pengobatan yang lebih baik.

Efek Samping

Sama seperti obat-obatan pada umumnya, konsumsi Rivaroxaban bisa mengakibatkan efek samping bagi sebagian pasien. Efek samping yang sering ditemukan antara lain diare, konstipasi, nyeri punggung, nyeri perut, sakit kepala, pusing, rasa lelah dan pendarahan seperti mimisan gusi berdarah memar atau keluarnya darah saat buang air besar. Jika Anda merasa efek samping yang timbul semakin parah dan mengganggu aktivitas harian Anda maka sebaiknya Anda segera bertemu dokter.

Cara Konsumsi

Karena Rivaroxaban merupakan obat resep, Anda harus meminumnya sesuai dengan petunjuk dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis yang telah dokter sarankan. Rivaroxaban dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan sehingga lebih praktis. Ketika Anda mengonsumsi Rivaroxaban, sebaiknya Anda langsung menelannya secara utuh. Mengunyah atau menghaluskan tablet Rivaroxaban hanya akan menurunkan efektivitas obat tersebut. Untuk hasil terbaik, konsumsi obat ini secara rutin dan sesuai jadwal.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis