Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Katarak adalah suatu penyakit mata yang ditandai dengan mengeruhnya lensa mata, sehingga penglihatan seseorang menjadi kabur. Penderita katarak umumnya dialami oleh lansia, dan bisa terjadi pada salah satu atau kedua mata sekaligus. Namun, penyakit ini tidaklah menular.

Informasi

Penyakit katarak berkembang secara perlahan dan tidak mengganggu penderita pada awalnya. Namun, seiring berjalannya waktu, katarak mengganggu penglihatan seolah seperti melihat jendela berkabut, sulit menyetir, membaca, dan beraktivitas normal sehari-hari. Katarak disebut sebagai penyebab kebutaan utama di dunia yang bisa diobati. Beruntungnya, ada prosedur operasi katarak yang aman dan efektif untuk penyembuhannya. Untuk menurunkan risiko katarak, Anda harus mengontrol faktor risikonya.

Gejala

Beberapa tanda dan gejala seseorang menderita katarak adalah sebagai berikut.

  • Pandangan menjadi kabur seperti berkabut
  • Warna terlihat memudar
  • Rasa silau saat melihat lampu mobil, matahari, atau cahaya lampu. 
  • Nampak lingkaran di sekeliling cahaya
  • Pandangan ganda
  • Penglihatan menurun di malam hari
  • Sering berganti ukuran kacamata

Pada mulanya, penglihatan kabur hanyalah kondisi yang memengaruhi bagian kecil lensa mata Anda dan sulit disadari sebagai katarak. Seiring berjalannya waktu, kondisi akan semakin parah dan kabut akan mengaburkan pandangan secara lebih luas. Inilah yang akhirnya membuat seseorang sadar akan gejala katarak. Nah, Anda dianjurkan segera menghubungi dokter apabila mengalami gejala berikut.

  • Gejala katarak diatas semakin parah
  • Gejala mengganggu aktivitas harian
  • Merasa nyeri pada mata

Penyebab

Secara umum, penyebab seorang mengalami katarak karena faktor penuaan atau trauma yang menyebabkan jaringan mata berubah. Katarak akibat penuaan dapat melalui dua hal berikut.

  • Protein menggumpal di lensa mata sehingga penglihatan seseorang menjadi kurang jelas dan tajam
  • Lensa yang mulanya bening menjadi kuning kecoklatan hingga katarak terbentuk.

Komposisi lensa mata sebagian besar terdiri dari air dan protein. Seiring bertambahnya usia, lensa akan semakin tebal dan tidak fleksibel. Inilah yang mengakibatkan gumpalan protein dan cahaya yang masuk ke retina berkurang sehingga pandangan kabur dan tidak tajam. Ditambah lagi, lensa mata yang berubah warna menjadi kuning kecoklatan mengakibatkan penderita akan sulit membedakan warna biru atau ungu.

Ada beberapa jenis katarak yang perlu Anda ketahui.

  • Katarak yang memengaruhi pusat lensa (katarak nuklir)
  • Katarak yang memengaruhi tepi lensa (katarak kortikal)
  • Katarak yang memengaruhi bagian belakang lensa (katarak subkapsular posterior)
  • Katarak yang sudah ada sejak lahir (katarak bawaan)

Faktor Risiko

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena katarak adalah sebagai berikut.

  • Usia semakin bertambah tua
  • Memiliki riwayat keluarga yang pernah mengalami katarak
  • Trauma pada mata atau operasi mata
  • Konsumsi alkohol
  • Perokok
  • Memiliki penyakit lain seperti tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas
  • Paparan sinar matahari yang lama
  • Paparan toksik atau racun
  • Infeksi saat kehamilan
  • Pola makan tidak sehat dan kekurangan
  • Penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang.

Diagnosis

Untuk mendapatkan diagnosis katarak, dokter akan melakukan beberapa langkah pemeriksaan. Pertama, dokter akan menanyakan riwayat penyakit dan gejala apa saja yang dialami penderita. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan pada mata, diikuti pemeriksaan penunjang dibawah ini.

Tes ketajaman penglihatan

Fungsi tes ini untuk mengukur seberapa baik pasien dapat membaca serangkaian huruf ketika salah satu mata ditutup dengan jarak baca 6 meter. Dokter akan menentukan apakah Anda mengalami kondisi penglihatan tertentu.

Pemeriksaan slit-lamp (lampu celah)

Tes ini bertujuan untuk melihat struktur bagian depan mata pasien di bawah kaca pembesar. Tes lampu celah memungkinkan dokter mendeteksi adanya kelainan kecil atau tidak.

Pemeriksaan retina mata

Pengobatan

Biasanya, katarak tidak memerlukan terapi apabila penglihatan tidak terganggu. Namun, apabila penglihatan semakin buruk dan mengganggu aktivitas, pasien dianjurkan untuk dioperasi.  Ada dua jenis operasi untuk mengatasi katarak yaitu:

Small incision cataract surgery (phacoemulsification)

Operasi ini melakukan insisi kecil pada tepi kornea, kemudian gelombang ultrasound akan disinarkan untuk menghancurkan lensa, lalu diambil dengan penghisap.

Extracapsular surgery

Sedangkan operasi extracapsular surgery membutuhkan insisi yang lebih lebar guna mengeluarkan inti lensa yang berkabut. Sisa lensa akan dikeluarkan dengan penghisap.

Sebagai ganti lensa asli yang telah dikeluarkan, dokter akan memasukkan lensa intraokuler atau lensa buatan saat operasi. Tahap ini membutuhkan waktu selama 1 jam tanpa rasa nyeri.

Pencegahan

Beberapa upaya yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penyakit katarak adalah sebagai berikut.

  • Periksakan mata secara teratur ke dokter spesialis
  • Lindungi mata dari benturan dan cahaya matahari terlalu lama dengan kacamata khusus. Kacamata yang melindungi dari paparan sinar UVA dan UVB terutama saat musim panas.
  • Pertahankan kadar gula supaya tetap normal, terutama bagi pengidap diabetes
  • Perbaiki pencahayaan di rumah
  • Batasi kebiasaan menyetir pada malam hari
  • Gunakan kaca pembesar saat membaca
  • Apabila ada masalah dengan penglihatan Anda dan mengganggu aktivitas harian, segera periksakan diri ke dokter.