Hipotensi

by | Jun 24, 2020 | direktoriPenyakit, penyakitH | 0 comments

Ditinjau oleh: dr. Fala Adinda

Selain gangguan darah tinggi atau hipertensi, ada pula istilah gangguan pada tekanan darah rendah yang disebut sebagai hipotensi. Berbeda dengan hipertensi yang biasanya lebih umum dialami oleh mereka yang berusia lanjut, hipotensi bisa menyerang siapapun. 

Gangguan tekanan darah rendah juga tidak boleh diabaikan dan dianggap remeh. Sebabnya, hipotensi dapat membuat seseorang merasa pusing, kepala terasa lebih ringan bahkan hingga kehilangan kesadaran. 

Informasi  

Gangguan tekanan darah atau rendah hipotensi bisa menyebabkan gangguan aliran darah menuju ke berbagai organ vital dalam tubuh termasuk otak. Tekanan aliran darah sendiri adalah ukuran tekanan yang diberikan oleh darah ketika mengalir di dalam arteri. Saat aliran darah menuju berbagai organ penting termasuk otak terganggu, maka seseorang dapat mengalami masalah keseimbangan pada tubuh seperti tubuh tidak dapat stabil, lebih mudah goyah, kepala ringan, dan hilang kesadaran. 

Tekanan darah yang tergolong ke dalam tekanan darah rendah adalah ketika ukuran tekanan darah di bawah normal. Tekanan darah normal orang dewasa berkisar 90 sampai 120/60 sampai 80 mmHg. Sehingga hipotensi adalah ketika tekanan darah lebih kecil daripada 90/60 mmHg. Sementara untuk tekanan darah tinggi adalah ketika tekanan darah lebih dari 120/80 mmHg.

Gejala  

Penderita hipotensi kemungkinan besar akan mengalami beberapa gejala berikut ini. 

  • Lemas
  • Kemampuan penglihatan memburam
  • Konsentrasi menurun
  • Tubuh terasa goyah atau kurang stabil
  • Sesak di pernapasan
  • Pusing bahkan kehilangan kesadaran
  • Terasa mual bahkan hingga muntah

Meski begitu, gejala pada setiap orang mungkin berbeda.

Penyebab  

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan hipotensi. Selain faktor usia maupun genetik, beberapa faktor berikut meningkatkan kemungkinan hipotensi.

1. Konsumsi Obat

Obat berjenis propranolol, furosemide, sildenafil, levodopa, dan atenolol bisa menyebabkan tekanan darah menurun. 

2. Dehidrasi

Kekurangan cairan tubuh akan menyebabkan volume darah menurun. Penurunan volume darah bisa membuat tekanan darah menurun.

3. Kehamilan

Tekanan darah wanita hamil bisa berbeda-beda. Beberapa wanita justru mengalami peningkatan tekanan darah sementara lainnya justru menurun (hipotensi).

4. Kekurangan Gizi

Gizi tertentu seperti asam folat dan vitamin B12 yang kurang bisa menimbulkan anemia atau darah rendah. Akibat akhirnya adalah tekanan darah berkurang. 

5. Penyakit Jantung

Gangguan jantung seperti syok kardiogenik bisa menyebabkan kemampuan jantung memompa darah berkurang. Akibatnya tekanan darah pun akan menurun. 

Faktor Resiko  

Hipotensi adalah penyakit yang akan semakin meningkat risikonya pada beberapa kondisi:

1. Cuaca yang panas

2. Orang yang jarang berolahraga kemungkinan memiliki tekanan darah lebih rendah

3. Setelah makan maka tekanan darah cenderung menurun karena darah akan fokus mencerna makanan di organ pencernaan

Diagnosis  

Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami hipotensi atau tidak, maka dokter atau perawat akan mengecek tekanan darah menggunakan alat sfigmomanometer. Untuk mengetahui penyebab hipotensi maka dokter akan menyarankan beberapa tes seperti ini:

1. Ekokardiogram untuk memeriksa fungsi jantung

2. Tes darah untuk mengetahui kadar gula dan hormon yang ada di dalam darah

3. Pemeriksaan latih jantung untuk mengetahui fungsi jantung ketika beraktivitas

4. Elektrokardiografi untuk mengecek struktur jantung apakah ada yang tidak normal

Pengobatan  

Untuk mengatasi hipotensi yang muncul disertai gejala, maka untuk mengurangi tingkat keparahan gejala adalah dengan segera duduk maupun baring. Biasanya pengobatan akan disesuaikan dengan penyebab munculnya hipotensi. Pengobatan hipotensi bertujuan agar tekanan darah kembali meningkat dan mengurangi gejala.

Untuk penyebab hipotensi karena obat, maka obat mungkin akan diganti atau dikurangi dosisnya oleh dokter. Sementara untuk pengobatan hipotensi mandiri bisa dilakukan dengan cara berikut:

1. Mengkonsumsi lebih banyak cairan untuk menaikkan jumlah volume dalam darah dan mencegah terjadinya dehidrasi.

2. Ketika gejala sedang tidak muncul Anda bisa berolahraga agar tekanan darah meningkat.

3. Menaikkan kadar garam pada makanan yang dikonsumsi. Pasalnya garam akan membantu menaikkan tekanan darah dalam tubuh

4. Untuk meningkatkan aliran darah yang terganggu bisa dengan cara menggunakan stoking khusus. Stoking yang digunakan adalah stoking kompresi ditempel pada tungkai. 

Pencegahan  

Apabila Anda tidak sedang mengalami hipotensi namun memiliki kecenderungan untuk mengalami tekanan darah rendah, maka ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah sebagai berikut:

1. Kurangi kegiatan membungkukan badan atau berpindah posisi secara mendadak

2. Saat tidur posisikan bagian kepala lebih tinggi dengan menambah bantal hingga 15 cm

3. Jangan duduk dalam posisi bersila dan kurangi aktivitas berdiri maupun duduk

4. Jangan konsumsi minuman mengandung alkohol maupun minuman dengan kandungan kafein

5. Frekuensi makan ditambah namun tidak dalam porsi besar. Setelah selesai makan duduk sebentar baru kemudian berdiri. 

6. Jika ingin mengubah posisi dari keadaan berbaring maupun duduk ke berdiri, maka lakukan secara perlahan tidak mendadak.

7. Jangan angkat beban barang terlalu berat.