fbpx

Apa itu Obat Amlodipine? Berikut Manfaat dan Efek Sampingnya

Mei 13, 2020 | Obat | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Anda yang menderita tekanan darah tinggi atau hipertensi tentu tidak asing dengan obat amlodipine. Obat ini merupakan obat yang difungsikan untuk mengobati atau menurunkan tekanan darah tinggi pada seseorang. Amlodipine atau lebih tepatnya merupakan amlodipine besylate biasanya dikonsumsi dalam bentuk obat tunggal maupun obat kombinasi dengan obat lainnya. 

Menjaga tekanan darah tetap normal sangatlah penting. Tekanan darah tinggi akan meningkatkan risiko serangan jantung, penyakit ginjal serta stroke. Oleh sebab itu, sebaiknya rutin memeriksa tekanan darah Anda. Tekanan darah normal yakni 100 sampai 120 mmHg untuk atas atau sistole, dan 70 sampai 80 mmHg untuk tekanan bawah atau diastole.

Manfaat Obat Amlodipine

Obat amlodipine masuk ke dalam golongan obat antagonis calcium golongan dihydropyridine (antagonis ion kalsium) yang menghambat influks ion calcium melalui membran ke dalam otot polos vaskular dan otot jantung sehingga mempengaruhi kontraksi otot polis vaskuler dan jantung. Amlodipine menghambat influks ion kalsium secara selektif, di mana sebagian besar mempunyai efek pada sel otot polos vaskular dibandingkan sel otot jantung

Selain berfungsi untuk mengobati keluhan berupa tekanan darah tinggi, amlodipine juga dapat dimanfaatkan untuk mencegah beberapa jenis nyeri dada. Obat ini dapat meningkatkan performa olahraga seseorang serta menurunkan frekuensi serangan angina. Namun, tidak disarankan untuk mengonsumsi obat ini apabila serangan angin tengah terjadi. Gunakan obat-obatan lain seperti nitrogliserin sublingual untuk meringankan nyeri dada saat serangan angina.

Dosis Penggunaan Amlodipine

Obat amlodipine tersedia dalam dua jenis sediaan yaitu sediaan 10 mg dan 5 mg. Penentuan sediaan manakah yang tepat akan bergantung kepada anjuran dokter. Oleh sebab itu diharuskan bagi Anda untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum konsumsi obat. 

Dosis dewasa untuk mengatasi hipertensi adalah 5 mg sebanyak satu kali sehari untuk dosis awal. Sementara dosis pemeliharaan digunakan sebanyak 5 sampai 10 mg satu kali sehari. Apabila pasien masuk ke dalam kategori rentan maka dapat dimulai dengan meminum 2,5 mg satu kali sehari.

Sementara dosis dewasa untuk mengatasi keluhan penyakit arteri koroner dianjurkan untuk mengonsumsi obat dengan dosis sebanyak 5 sampai 10 mg satu kali sehari. Sementara untuk pasien dengan kondisi angin stabil atau vasospastic kronis sebaiknya mengonsumsi obat dengan dosis sebanyak 10 mg agar efek yang diberikan lebih memadai.

Obat amlodipine masuk ke dalam golongan obat kategori C yang hanya boleh diberikan pada wanita hamil apabila manfaat yang diperoleh ibu hamil lebih besar ketimbang risiko terhadap janin. Hasil penelitian terhadap binatang menunjukkan bahwa terjadi efek samping tertentu pada janin ketika penggunaan. Meski begitu, studi terkontrol pada wanita hamil belum pernah dilakukan. 

Selain tidak terlalu disarankan untuk wanita hamil, ibu menyusui sebaiknya juga memberitahu atau berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter apabila ingin mengonsumsi obat. Hal ini dikarenakan amlodipine berisiko terserap ke dalam ASI dan tertelan oleh bayi.

Efek Samping Konsumsi Obat Amlodipine

Obat ini juga berisiko menimbulkan beberapa efek samping baik serius maupun kurang serius. Efek samping ringan seperti pusing, sakit kepala, lelah, timbul kemerahan di kulit dan rasa kesemutan hingga hilang kesadaran adalah efek samping ringan yang mungkin dapat muncul.

Sementara efek samping yang serius meliputi nyeri pada bagian dada serta perasaan berat. Timbul bengkak di pergelangan kaki serta tangan juga merupakan efek samping yang serius. 

Selain itu sangat penting untuk memperhatikan beberapa hal sebelum mengonsumsi amlodipin. Menurut U.S Food and Drug Administration, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi amlodipine.

Hipotensi

Konsumsi amlodipine mungkin dapat menimbulkan hipotensi simtomatik, terutama pada pasien dengan stenosis aorta berat. Karena timbulnya aksi secara bertahap, hipotensi akut tidak mungkin terjadi.

Peningkatan Angina atau Infark Miokard

Memburuknya angina dan infark miokard akut dapat terjadi setelah mengonsumsi amlodipine, terutama pada pasien dengan penyakit arteri koroner obstruktif berat.

Download aplikasi Lifepack di Playstore dan Appstore, apotek online untuk tebus resep obat. Solusi berobat bebas antri. 

Referensi:

U.S Food and Drug Administration

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis