Amiloidosis

by | Jun 12, 2020 | direktoriPenyakit, penyakitA | 0 comments

Ditinjau oleh: dr. Fala Adinda

Amiloidosis, mungkin penyakit ini sangat jarang Anda dengar. Amiloidosis merupakan salah satu penyakit langka. Penyakit amiloidosis ini dapat terjadi saat zat amiloid menumpuk pada organ tubuh. amiloid sebenarnya merupakan protein yang tidak normal dan diproduksi oleh sumsum tulang belakang. Protein ini disimpan di seluruh jaringan atau organ dalam tubuh.

Ketika amiloidosis terjadi, pengaruh pada setiap orang bisa berbeda-beda, selain itu ada beberapa jenis amiloidosis yang ada pada tubuh manusia. Biasanya, amiloidosis akan menyerang organ limpa, sistem saraf, hati dan ginjal.

Bila penyakit amiloidosis menjadi semakin parah, gagal organ bisa terjadi dan akan mengancam nyawa si pengidap. Sejauh ini belum terdapat obat yang bisa digunakan untuk mengatasi penyakit amiloidosis. Tetapi perawatan yang dilakukan dengan baik akan membantu penderita mengelola gejala serta membatasi produksi protein yang masuk pada tubuh.

Informasi 

Semua protein amiloid terdiri atas struktur yang sering disebut dengan fibril. Kandungan ini merupakan protein yang memiliki berat molekul rendah. Protein ini disimpan di daerah yang tidak berbahaya dan hanya mempengaruhi jaringan tunggal di tubuh. 

Penderita pengidap amiloidosis biasanya tak akan merasakan gejala apapun di awal perkembangan penyakit. Tetapi dengan semakin buruknya penyakit, penumpukan amiloid bisa mempengaruhi kinerja organ sehingga akan menyebabkan komplikasi fatal. 

Gejala

Saat awal amiloidosis menyerang seseorang, mungkin penderita tidak merasakan gejala. Saat amiloidosis ini menjadi semakin parah, gejala yang ditimbulkan bergantung dari organ mana yang terserang.

  • Jika amiloidosis menyerang organ jantung, gejala yang ditimbulkan seperti sesak napas, jantung berdetak dengan cepat, napas menjadi tak teratur, dada terasa sakit serta tekanan darah menjadi rendah.
  • Bila amiloidosis menyerang ginjal, gejala yang muncul seperti pembengkakan kaki, yang disebabkan karena cairan, selain itu juga terjadi perubahan urine. Urine menjadi berbusa karena protein yang terlalu berlebihan.
  • Bagaimana bila amiloidosis menyerang hati? Bila amiloidosis menyerang hati, pengidap bisa merasakan sakit serta bengkak di atas perut.
  • Amiloidosis juga dapat menyerang saluran pencernaan. Jika saluran pencernaan sudah terserang amiloidosis, gejala yang muncul bisa seperti diare, mual, sembelit serta kehilangan nafsu makan.
  • Saraf. Amiloidosis dapat menyerang saraf, bila menyerang saraf, gejala yang muncul seperti rasa kesemutan yang terjadi di kaki dan tangan, pusing ketika berdiri, diare dan mual.

Penyebab

Ada berbagai macam mekanisme dari fungsi protein yang bisa memunculkan amiloidosis seperti pemecahan protein yang kurang tepat, hingga mutasi amiloidosis. Kondisi ini akhirnya membentuk fibril protein yang tidak normal serta tidak berfungsi. Protein tersebut akhirnya membentuk di jaringan dan menimbulkan gangguan. Amiloidosis dibagi menjadi 2 yaitu terlokalisasi serta sistemik.

Tipe amiloidosis ada beberapa macam seperti AL amiloidosis, tipe ini dikarenakan abnormalitas sel darah putih. Ada pula ATTR amiloidosis. Tipe ini berkaitan dengan keturunan yang dikarenakan mutasi gen. Ketiga ada AA amiloidosis. AA amiloidosis berasal dari protein inflamasi, kondisi ini berkaitan dengan penyakit peradangan seperti rematik, demam, dan peradangan usus kronik. 

Faktor Risiko

Laki-laki lebih sering mengidap amiloidosis bila dibandingkan dengan perempuan. Selain itu amiloidosis menjadi semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia. Amiloidosis sering menyerang pengidap dengan bentuk kanker. Selain itu amiloidosis juga bisa menyerang seseorang yang memiliki penyakit ginjal tahap akhir.

Risiko seseorang terkena amiloidosis berkaitan dengan apa saja yang dimakannya termasuk banyaknya protein. Risiko mengidap amiloidosis semakin tinggi bila mempunyai keluarga dengan riwayat amiloidosis, mempunyai infeksi kronis serta penyakit radang, berusia lebih dari 50 tahun serta mempunyai penyakit ginjal dan membutuhkan dialisis.

Diagnosis 

Amiloidosis merupakan salah satu penyakit langka serta jarang terjadi, oleh sebab itu ketika melakukan diagnosis, nantinya dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan yang dimiliki. Selain itu dokter juga melakukan pemeriksaan fisik dengan lengkap. Beberapa test penunjang amiloidosis seperti melakukan tes urine dan darah, biopsi, USG, tes genetik dan serangkaian tes lainnya. 

Pengobatan

Penyakit amiloidosis ini tak dapat disembuhkan, pengobatan yang diberi hanya bertujuan untuk meredakan gejala serta memperlambat perkembangan penyakit. Metode pengobatan pun tergantung dari jenis amiloidosis yang sedang diderita oleh pasien. Pengobatan amiloidosis seperti:

  • Pemberian obat-obatan. Obat-obatan biasanya diberikan untuk mengatasi masalah AA amiloidosis,
  • Kemoterapi. Kemoterapi biasanya diberikan untuk mengobati amiloidosis primer,
  • Transplantasi hati,
  • Transplantasi ginjal.

Pencegahan

Hingga saat ini belum terdapat metode efektif sebagai pencegahan amiloidosis. Tetapi, Anda harus melakukan perubahan gaya hidup agar bisa menjaga kesehatan ginjal serta mencegah amiloidosis. Ada beberapa upaya menjaga kesehatan yang bisa Anda lakukan seperti:

  • Menjaga berat badan agar tetap stabil
  • Berhenti merokok dan jauhi asap rokok agar tidak menjadi perokok pasif
  • Hindari mengkonsumsi alkohol
  • Lakukan olahraga dengan rutin
  • Konsumsi makanan yang sehat
  • Minum air putih dengan cukup, minimal 2 liter